Selasa, 18 Desember 2012

Mengenali Potensi Diri




A.    Perlu Mengenal Diri
Potensi adalah kemampuan dengan kekuatan yang dimiliki untuk disalurkan atau dikembangkan dalam kreatifitas diri dan berprestasi. Sebelum kita mengenali potensi kita, alangkah lebih baik kita mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu.

Menurut Socrates, yang mengeluarkan kata- kata “ Kenalilah dirimu” yang menunjukkan agar manusia berhasil di dunia. Ia juga berpendapat, bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Tuhan dan manusia diciptakan untuk sukses. Dalam ciptaan Tuhan yang paling sempurna, manusia juga pernah mengalami kegagalan. Kegagalan itu akan ada karena kita tidak mengetahui tentang bagaimana diri kita sendiri. Umumnya orang yang pernah gagal adalah orang yang sudah melakukan suatu usaha tetapi ia tidak tahu tujuan hidup dan tidak tahu harus melakukan atau berbuat apa. Mengenali diri kita sendiri, itu sama saja dengan mengenal kepribadian kita sendiri. Kepribadian ini adalah ciri khas yang selalu melekat di setiap diri manusia misalnya seperti mental, jiwa sosial, emosional dan identitas individu. Kepribadian adalah salah satu kunci sukses yang membangun karir dan kehidupan yang menarik bahkan menyenangkan.  Dengan mengetahui kepribadian kita sendiri yaitu karakter seperti ciri khas, jiwa, hobi, bakat dan minat, kita dapat mengembangkan potensi diri kita sendiri. Tujuan kita harus mengenal diri kita sendiri adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kita sendiri.
Dengan mengenal kepribadiannya, seseorang dapat mengembangkan citra diri positif dan menghilangkan citra diri negatif. Berikut ini adalah tipe-tipe kepribadian menurut Myers-Briggs (1985) dan Yul Iskandar (2000) dalam Srijanti dkk (2006) adalah sebagai berikut :
1.           Tipe Kepribadian dalam Pergaulan
Tipe kepribadian dalam pergaulan adalah dengan melihat dari mental, jiwa, dan emosi seseorang dalam bergaul dengan orang lain. Tipe-tipe seperti ini biasanya masuk ke dalam tipe :
a.       ekstrovert : orang yang cenderung senang bersama orang lain, mudah bergaul, tidak kaku dan canggung dalam pergaulan, dan senang dalam kegiatan sosial.
b.      introvert : orang yang lebih cenderung kurang menyenangi orang lain, suka menyendiri, tidak suka bicara, mudah tersinggung, kurang percaya diri, pemalu, dan pendiam.
Biasanya tipe – tipe ekstrovert akan lebih berhasil dalam pekerjaan yang berkaitan dengan orang banyak, seperti : marketing, berorganisasi, dan politik sedangkan untuk orang yang bertipe introvert akan lebih berhasil dalam pekerjaan yang tidak melibatkan banyak orang, seperti analisis dan pemrogram. Kita perlu mengenali diri sampai pekerjaan yang kita pilih sesuai dengan kepribadian diri kita masing-masing.
2.      Tipe Kepribadian dalam Penyampaian Informasi
Dalam mengambil keputusan yang tepat, kita juga membutuhkan informasi yang tepat pula. Untuk mendapatakan informasi yang tepat Dalam mendapatkan informasi yang tepat maka diperlukan kepribadian yang jujur. Tipe kepribadian dalam penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.     jujur adalah orang yang mengikuti moral masyarakat yaitu tidak berbohong, lurus  
     hati, dapat dipercaya kata-katanya dan berkhianat.
b.    pembohong adalah orang yang suka melanggar moral masyarakat, mengatakan
     sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta, dusta, dan berjanji palsu.
Untuk membuat keputusan yang tepat dalam kesuksesan kebutuhan kita, maka kita membutuhkan orang yang jujur. Karena kejujuran adalah peran utama dalam bersikap yang paling disukai dari kepribadian seorang pekerja yang profesional.
3.      Tipe Kepribadian Terhadap Pandangan Orang Lain
Pandangan awalnya dari traumatis terhadap orang lain misalkan seseorang yang ketakutan keluar rumah karena memandang banyak orang yang melakukan kejahatan. Berikut ini adalah tipe kepribadian terhadap pandangan orang lain :
a.       bersahabat adalah orang yang bersahabat atau berkawan selalu melihat orang lain baik dan menyenangkan serta mempunyai banyak teman.
b.      bermusuhan adalah orang yang melihat orang lain selalu ingin berbuat jahat, membahayakan, dan memandang orang lain sebagai musuh.
Orang yang mempunyai tipe seperti bersahabat tidak akan banyak memikirkan dan bermusuhan dengan orang lain sehingga energinya tidak terkuras karena urusan bermusuhan atau ketakutan pada orang lain. Untuk menjadi seorang yang sukses, jauhkan diri dari rasa takut dan bermusuhan dengan orang lain. Rasa waspada memang tetap diperlukan apabila kita mendapatkan informasi dimana kita harus meningkatkan kewaspadaan itu.
4.      Tipe Kepribadian Terhadap Pengambilan Keputusan
Dalam menjalani kehidupan kesehari-harian kita, kita memerlukan keputusan. Walaupun kita tahu setiap keputusan itu akan berisiko (bila salah mengambil keputusan). Tipe kepribadian berdasarkan pengambil keputusan adalah sebagai berikut :
a.       pengambil risiko adalah orang yang berkeinginan menghasilkan sesuatu sebanyak mungkin dalam waktu singkat, merasa malas mengerjakan sesuatu yang rutin dan berspekulasi tinggi.
b.      bermain aman adalah orang yang penakut, menjauhi spekulasi, tidak berani mengambil risiko sehingga banyak kesempatan lewat begitu saja.
Orang yang senang dalam mengambil risiko biasanya ia tidak suka hal – hal yang bersifat rutin dan senang berspekulasi tinggi, sedangkan orang yang aman tidak berani mengambil risiko dan lebih suka hal – hal yang bersifat rutin sehingga banyak kesempatan –kesempatan yang terlewat. Jadilah orang yang berani mengambil risiko dengan tetap berhati – hati. Jika kita ingin meraih kesuksesan, janganlah menjadi orang penakut atau pemberani tanpa menghitung-hitungkan risiko.
5.                  Tipe Kepribadian Terhadap Pertanggungjawaban
Setiap perbuatan atau tindakan yang kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya. Inilah tipe kepribadian terhadap pertanggungjawaban antara lain ;

a.    bertanggung jawab adalah orang yang berani mengambil tanggung jawab, risiko dan tidak mencari kambing hitam (bertanggung jawab atas perbuatan anak buah dan bertanggung jawab atas sesuatu yang bukan diperbuatnya).
b.      pengecut adalah orang yang tidak mau menerima risiko atas segala perbuatannya, melemparkan tanggung jawab dan mencari kambing hitam (ia membiarkan segala sesuatu berjalan berdasarkan dengan nasib dan bersikap masa bodoh).
Orang pengecut tidak selalu tenang karena takut jika suatu saat orang lain mengetahuinya. Pengecut akan membuat hati menjadi resah sedangkan tanggung jawab akan membuat hati tenang sehingga kita dapat bekerja dengan hati yang tidak terbebani.
6.                  Tipe Kepribadian Terhadap Karir
Seseorang yang dapat memimpin dirinya maka ia mampu memimpin orang lain. Orang yang kurang sukses mengatur dirinya, biasanya ia kurang optimal menjadi pemimpin. Tipe kepribadian berdasarkan karir dapat dibedakan menjadi :
a.    manajer atau pemimpin adalah profesi yang dimiliki oleh seorang manajer yang berkewajiban mengarahkan pencapaian dalam suatu tujuan dan mempunyai potensi yang tinggi bahkan bkerja dengan kerja keras.
b.    staf adalah profesi yang dimiliki oleh seorang pegawai untuk mengerjakan sesuatu dengan baik dan tidak berhubungan dengan kepemimpinan, mempunyai sifat setia, dan pekerja yang tekun.
Orang yang sukses ketika ia menjadi pemimpin maka ia adalah orang yang bekerja keras yang mempunyai cita – cita tinggi dan dapat memberikan petunjuk atau mengarahkan atau bahkan dapat mengajak orang lain untuk bekerja sama dengannya. Justru untuk orang – orang yang tidak suka tantangan yang beresiko maka ia akan lebih suka menyendiri.
7.                  Tipe Kepribadian Terhadap Pandangan Masa Depan
Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam kehidupannya. Orang yang sukses juga tergantung dengan bagaimana ia memandang masa depannya.
a.         optimis adalah orang yang mau menantang masa depan, pandai bergaul, mampu    
mengontrol diri, dan rasional.
b.         pesimis adalah orang yang memandang masa depan dengan suram, tidak mempunyai
harapan baik, apatis, merasa berdosa, putus asa, mudah marah, dan tidak berbahagia.
Masa depan adalah masa dimana kita mecanangkan impian. Untuk tipe orang yang optimis maka ia akan menjemput impiannya sedangkan tipe orang yang pesimis adalah tipe orang datar, tida ada keinginan untuk berubah dalam proses, ingin suatu keberhasilan yang instant. Jadilah kita seagai orang yang optimis, kita harus menantang masa depan, mudah bergaul dengan siapa saja, bersifat rasional.

8.      Tipe Kepribadian dalam Kehidupan Pribadi
Selain kesuksesan yang kita dapat dalam dunia pekerjaan atau urusan lain, kita juga membutuhkan kehidupan yang romantis, adanya kasih sayang, dan adanya saling membutuhkan. Bagaimana tipe kepribadian berdasarkan kehidupan pribadi?
a.       romantis adalah orang yang lebih mementingkan hubungan cinta. Seseorang yang mempunyai sifat romantis dapat jatuh cinta berkali – kali, tetapi tetap mendambakan satu orang saja. Tipe ini biasanya lebih menyukai seni, berpenampilan rapi, banyak kawan, tidak konservatif, hangat dan kurang rasional tetapi lebih emosional.
b.      prosmikuaitas adalah orang yang mementingkan berhubungan tubuh atau seks saja. Seseorang yang mempunyai tipe ini dapat jatuh cinta kepada banyak orang, tetapi hanya tertarik pada daya seksualnya saja.
Bila anda termasuk tipe yang romantis, maka anda hanya mencintai seseorang dengan cinta yang tulus karena kepribadiannya tapi apabila orang yang mempunyai tipe kepribadian prosmikuaitas mencintai seseorang karena daya tarik fisik dan seksualnya saja, biasanya tipe ini cenderung lebih rasional dan dapat mengendalikan emosi.
B.     Menetapkan Tujuan 
Tanpa tujuan kita tidak pernah sampai pada apa yang kita harapkan. Kita harus menentukan tujuan hidup sejak dini sehingga segala usaha yang kita lakukan bisa diarahkan untuk mencapai tujuan itu. Tujuan merupakan pedoman dan arah bagi manusia untuk bekerja.  
Berdasarkan sifat tujuan :
1.      tujuan umum (tujuan yang tidak terperinci), misalnya meningkatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
2.      tujuan khusus (tujuan yang terperinci), misalnya meningkatkan kebahagiaan dengan cara meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan kerja sama dan keharmonisan serta meningkatkan rasa sayang)
3.      tujuan material (tujuan untuk memenuhi materi), misalnya membangun rumah dua lantai dengan 4 kamar pada tahun 2008


4.      tujuan nonmaterial (tujuan untuk memenuhi kebutuhan nonmateri), misalnya mencapai peningkatan mutu kehidupan yang lebih baik
5.      tujuan besar (tujuan yang mempengaruhi kehidupan), misalnya mencapai gelar S2 dalam bidang kedokteran
6.      tujuan kecil (tujuan dalam jangka pendek), misalnya berlibur bersama keluarga pada bulan November ke Pulau Bali
Kita juga harus memperhatikan unsur :
1.      Specific (Khusus)
Maksud dari specific ini adalah tujuan tidak bermakna ganda terhadap apa yang ingin kita capai.
2.      Measureable (Terukur)
Jika tujuan kita tidak dapat terukur, kita tidak akan sulit mencapainya. Pengukuran adalah cara untuk memantau kemajuan.
3.      Achievable (dapat dicapai)
Tujuan ini ditingkatkan secara bertahap sehingga memberikan tantangan. Tujuan yang sangat tinggi menyebabkan sulit dijangkau dan menimbulkan frustasi.
4.      Realistic (Realistis)
Tujuan dari realistis adalah dapat layak dan dapat dicapai dengan kondisi yang ada.
5.      Time Bound (Batas Waktu)
Tujuan ini sebaiknya harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.

C.                Potensi Diri

Selain kita mengenal diri dan menetapkan tujuan kita juga harus mengenali potensi diri.
Ø  Karir dan Passion (Hasrat)
Menurut Rene Suhardono dalam bukunya Your Job is not Your Career: Your job should never define you. (Pekerjaanmu tidak pernah menggambarkan siapa dirimu, Pekerjaanmu belum tentu sama karirmu).


-          Karir
Rene Suhardono menjelaskan perbedaan antara pekerjaan dan karir :
v  Pekerjaan adalah:
ü  Alat atau instrument bagi perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi,
ü  Sarana bagi individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya,
ü  Jalan untuk berkembang secara pribadi dan professional,
ü  Kendaraan untuk memperoleh pencapaian pribadi (personal achievement) dan berkontibusi bagi lingkungan (to give back to the community)
v  Karir adalah:
ü Bagaimana mengenal keunikan diri dan mengetahui hal – hal yang amat sangat diminati (your passions),
ü Bagaimana menjalankan hidup bermakna (your purpose of life),
ü Bagaimana kita ingin diingat saat tiada nanti (your values),
ü Bagaimana untuk senantiasa punya pandangan positif sepanjang hidup (your motivation),
ü Semangat untuk terus melakukan perbedaan dalam hidup “Sekarang” (your action),
ü Bagaimana mencapai kebahagiaan dan kepuasan atau ketercapaian dalam hidup.
Karir juga bisa dikatakan sebagai totalitas kehidupan professional, yang diawali dari terbangunnya tidur di pagi hari sampai kembali terlelap dalam tidur. Tujuan dari karir itu sendiri adalah kebahagiaan dan ketercapaian. Kita harus bisa menjadi boss untuk menjadi pemimpin untuk kita sendiri, yang mengarahkan dan menuntun untuk mencapai keberhasilan.
-          Passion (Hasrat)
       Passion adalah tentang segala hal yang kita sukai sedemikian rupa sehingga tidak terpikir untuk tidak melakukannya. Menurut Suhardono (2012), passion adalah segala macam wujud keunikan, keistimewaan yang kita miliki dan rasakan.
       Sedangkan menurut Rene Suhardono mengatakan bahwa passion tidak ada kaitannya dengan kebiasaan atau pun keahlian yang ada pada diri kita, tapi justru malah berhubungan dengan segala hal yang menguggah minat pribadi. Passion adalah kekuatan kita dan sesuatu yang sangat ingin kita lakukan dengan sepenuh hati kita.

Ada beberapa langkah-langkah passion yang di kemukakan oleh Suhardono :
1.      Adanya rasa keyakinan dalam keunikan diri adalah keistimewaan yang dimiliki diri kita sendiri.
2.      Passion itu datang dari hati yang tulus, agar lebih mudah dalam mengenalinya mencoba diri kita untuk lebih terbuka untuk tahu, merasakan, dan jujur mengenai segala hal, lepas dan gembira.
3.      Memperluas wawasan, cara ini dapat dilakukan dengan berdiskusi, baca buku, pelajari bahasa asing baru, mencoba makanan baru, pergi ke tempat baru dan memiliki kebiasaan baru.
4.      Bila kita ingin tahu mengenai passion sendiri, lakukan dengan tuntas jangan setengah – setengah. Misalnya Steve Jobs tidak pernah berhenti dalam memikirkan bagaimana membuat inovasi – inovasi dalam pengembangan komputer Apple sampai memunculkan komputer tablet iPad yang bahkan menjadi sangat terpopuler sekarang ini.
5.      Antusias dan positif. Setiap diri di masing – masing orang membutuhkan waktu yang berbeda – beda dalam menemukan passionnya dan menanggapi dengan positif.
6.      Nikmati prosesnya. Setiap orang yang hidup pasti akan merasakan proses belajar dan proses yang tidak memiliki garis finish artinya orang itu tidak akan pernah menyerah atau berhenti dalam menghadapi prosesnya belajar kehidupan.
       Dalam bahasa ke sehari – harian kita istilah kepribadian juga bisa dinyatakan dengan ciri – ciri atau watak seorang individu yang konsisten dan yang memberikan identitas bagi dirinya sebagai individu. Sejak lahir kita mempunyai ciri watak yang berbeda dalam tingkah lakunya disetiap individu yang memiliki identitas berbeda dengan individu lain.
       Dengan mengenal jenis – jenis kepribadian kita, kita dapat mengetahui tipe kepribadian kita sendiri yang bermanfaat dalam mengenali kekuatan dan kelemahan kita agar kita dapat mendominasi segi positif dan menjauhkan segi negatif dari sifat – sifat kepribadian kita.
       Menurut Hans Jurgen Eysenck dalam Iensuffie (2012) mengatakan dalam teori inherited yang dikembangkan teori – teori Hippocrates dan Galen yang menggambarkan dimensi kepribadian adalah sebagai berikut :

Terlihat dalam bagan di atas sumbu vertikal menunjukkan kondisi kestabilan emosi (ke atas semakin tidak stabil dan ke bawah semakin stabil). Sedangkan sumbu horizontal semakin ke kiri menunjukkan kepribadian yang semakin introvert dan semakin ke kanan menunjukkan kepribadian yang semankin ekstrovert.

sulit ditebak, khawatir, rapuh, muram,        emosional, gelisah, agresif, heboh
pesimis, memendam, penyendiri,             berubah – ubah, gegabah, optimis,
pendiam                                                     aktif


pasif, hati – hati, tabah,                                                           sosial, ramah, cerewet,
pendamai, terkontrol,                                responsif, santai, bersemangat,
bisa dipercaya, emosi stabil,                     berbesar hati, berjiwa pemimpin
tenang
Emosi tidak stabil (neurotik)



melankolis         korelis

plegmatis            sanguins
 

intro                                                                                                                                   ekstro                                                                                                                              





Emosi stabil (normal)

ü  intro = introvert ; ekstro = ekstrovert.
Dari kombinasi kedua sumbu tersebut Eysenck menyimpulkan :
·         Melankolis : emosi tidak stabil dan introvert
·       Korelis        : emosi tidak stabil dan ekstrovert
·         Plegmatis   : emosi stabil dan introvert
·         Sanguins    : emosi stabil dan ekstrovert
Ciri orang yang berkarakteristik berkepribadian ekstrovert memiliki ciri sosial, impulsif, menyukai kesenangan, berorientasi pada dunia di luar dirinya sendiri. Dan apabila seseorang mempunyai kepribadian intovert, maka ia memiliki ciri khas seperti tenang, introspektif, berorientasi ke dalam diri dan meyukai kehidupan yang teratur.

D.   Tipe – tipe Kecerdasan (Multiple Inteligence)
Selain kita mngetahui bagaimana potensi yang dimiliki oleh diri kita, sebaiknya kita mengetahui tipe – tipe kecerdasan untuk mempermudah dalam mengembangkan potensi kita.  Menurut Howard Gardner  pada tahun 1983 dalam Teori Multiple Inteligence, ia mengelompokkannya menjadi 8 jenis kecerdasan dan setiap orangnya memiliki keunggulan di salah satu jenis kecerdasan tersebut. 8 jenis kecerdasan itu adalah :
1.      Kecerdasan Spatial (Ruang)
Orang yang memiliki kecerdasan “ruang” lebih dominan, maka ia memiliki kemampuan visualisasi yang dominan pula. Ciri orang yang mempunyai kecerdasan seperti ini adalah orang yang lebih mudah belajar melalui gambar – gambar. Misalnya seniman, perancang, arsitek yang memiliki kecerdasan spatial yang lebih dominan.
2.      Kecerdasan Linguistic (Bahasa)
Seseorang yang memiliki kecerdasan “linguistic” , terlihat dari kemampuan berbahasanya lebih dominan. Sifat orang yang mempunyai kecerdasan seperti ini, biasanya ia akan lebih mudah belajar melalui kata- kata, bahasa, tulisan, maupun lisan. Biasanya seorang penulis, pengarang dan lain-lain memiliki kecerdasan jenis linguistic.
3.      Kecerdasan Logical-mathematical (Logika Matematik)
Ciri orang yang mempunyai kecerdasan “logika matematik” cenderung lebih suka belajar melalui logika, sebab akibat, angka-angka, abstraksi, dan berfikir kritis. Pekerjaan yang tepat untuk seseorang dengan memiliki kecerdasan ini adalah pemrogram komputer.
4.      Kecerdasan Bodily-kinesthetic (Jasmani)
Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan ini adalah seseorang yang pandai dalam bidang mengolah tubuh, misalnya seperti penari, olahragawan, dan pemain teater.
5.      Kecerdasan Musical (Musik)
Seseorang yang memiliki kecerdasan ini, biasanya pandai dibidang yang berkaitan dengan suara, irama, nada dan hal – hal yang memanfaatkan indera pendengaran misalnya seperti memainkan musik, penyanyi, pencipta lagu dan lain – lain.


6.      Kecerdasan Interpersonal (Antar Pribadi)
Ciri khas yang dimiliki oleh kecerdasan “antarpribadi” ini adalah mudah bergaul dan mudah beriteraksi dengan orang lain. Tipe kecerdasan seperti ini lebih suka belajar melalui berdiskusi dalam sebuah kelompok.
7.      Kecerdasan Intrapersonal
Biasanya orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki pemahaman terhadap diri sendiri yang tinggi, mengenali keunkan pribadi diri sendiri, dan mampu memprediksi emosi dirinya sendiri. Pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan ini adalah pengarang, psikolog, consular, ahli filsafat.
8.      Kecerdasan Naturalistic
Pemahaman tentang lingkungan disekitarnya dengan kualitas tinggi ini, adalah keunggulan untuk orang yang memiliki keceerdasan ini. Orang yang mempunyai ciri khas seperti ini karirnya tepat ditempatkan sebagai seorang petani, berkebun, ahli pertambangan dan lain- lain.
Dengan kita mengenali berbagai macam kecerdasan, dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap keceerdasan seseorang tidak dapat diukur berdasarkan dengan ketegori yang sama.

8 komentar:

  1. terimakasih sudah berbagi informasi, cuman kok agak berantakan ya... jangan lupa kalau ada waktu sempatkan untuk berkunjung ke blog saya.. terimakaish.
    http://motivasisuksesbisnis.blogspot.com

    BalasHapus
  2. ia sama - sama.. makasi juga kritikannya & maaf baru bls.. ia saya juga ga ngerti padahal saat saya post itu lumayan rapih tapi kenapa jadinya begini ya.. tapi jangan khawatir pada saat kamu copy paste ke word, akan tampil rapih kok.. siapp saya akan berkunjung ke blog anda..

    BalasHapus
  3. Thanks sob untuk informasinya :)
    http://goo.gl/wz7Qha

    BalasHapus
  4. siip ka Dewii Sumiyati ... sama-sama ya ka...

    BalasHapus
  5. Sangat membantu semoga kak yosi selali dalam lindungan ALLAH
    Kalau ada waktu silahkajn berkunjung ke blog sy http://nurhalisan.blogspot.co.id
    (Sorry iklan😊)

    BalasHapus
  6. heey nurhalisan, terima kasih sudah berkunjung di blog saya.. amiin makasih doanya..,semoga doanya berbalik di kamu juga yaa.. oke deh nanti saya main ke blog kamu yaa.. salam kenal.. nurhalisan.blogspot.co.id

    BalasHapus