A.
Perlu
Mengenal Diri
Potensi adalah kemampuan dengan kekuatan
yang dimiliki untuk disalurkan atau dikembangkan dalam kreatifitas diri dan
berprestasi. Sebelum kita mengenali potensi kita, alangkah lebih baik kita
mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu.
Dengan
mengenal kepribadiannya, seseorang dapat mengembangkan citra diri positif dan
menghilangkan citra diri negatif. Berikut ini adalah tipe-tipe kepribadian
menurut Myers-Briggs (1985) dan Yul Iskandar (2000) dalam Srijanti dkk (2006)
adalah sebagai berikut :
1.
Tipe Kepribadian dalam Pergaulan
Tipe
kepribadian dalam pergaulan adalah dengan melihat dari mental, jiwa, dan emosi
seseorang dalam bergaul dengan orang lain. Tipe-tipe seperti ini biasanya masuk
ke dalam tipe :
a. ekstrovert
: orang yang cenderung senang bersama orang lain, mudah bergaul, tidak kaku dan
canggung dalam pergaulan, dan senang dalam kegiatan sosial.
b. introvert
: orang yang lebih cenderung kurang menyenangi orang lain, suka menyendiri,
tidak suka bicara, mudah tersinggung, kurang percaya diri, pemalu, dan pendiam.
Biasanya
tipe – tipe ekstrovert akan lebih berhasil dalam pekerjaan yang berkaitan
dengan orang banyak, seperti : marketing, berorganisasi, dan politik sedangkan
untuk orang yang bertipe introvert akan lebih berhasil dalam pekerjaan yang
tidak melibatkan banyak orang, seperti analisis dan pemrogram. Kita perlu
mengenali diri sampai pekerjaan yang kita pilih sesuai dengan kepribadian diri
kita masing-masing.
2. Tipe
Kepribadian dalam Penyampaian Informasi
Dalam
mengambil keputusan yang tepat, kita juga membutuhkan informasi yang tepat
pula. Untuk mendapatakan informasi yang tepat Dalam mendapatkan informasi yang
tepat maka diperlukan kepribadian yang jujur. Tipe kepribadian dalam
penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. jujur
adalah orang yang mengikuti moral masyarakat yaitu tidak berbohong, lurus
hati, dapat dipercaya kata-katanya dan
berkhianat.
b. pembohong
adalah orang yang suka melanggar moral masyarakat, mengatakan
sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta, dusta, dan berjanji palsu.
Untuk
membuat keputusan yang tepat dalam kesuksesan kebutuhan kita, maka kita
membutuhkan orang yang jujur. Karena kejujuran adalah peran utama dalam
bersikap yang paling disukai dari kepribadian seorang pekerja yang profesional.
3. Tipe
Kepribadian Terhadap Pandangan Orang Lain
Pandangan awalnya dari traumatis
terhadap orang lain misalkan seseorang yang ketakutan keluar rumah karena
memandang banyak orang yang melakukan kejahatan. Berikut ini adalah tipe
kepribadian terhadap pandangan orang lain :
a. bersahabat
adalah orang yang bersahabat atau berkawan selalu melihat orang lain baik dan
menyenangkan serta mempunyai banyak teman.
b. bermusuhan
adalah orang yang melihat orang lain selalu ingin berbuat jahat, membahayakan,
dan memandang orang lain sebagai musuh.
Orang
yang mempunyai tipe seperti bersahabat tidak akan banyak memikirkan dan
bermusuhan dengan orang lain sehingga energinya tidak terkuras karena urusan
bermusuhan atau ketakutan pada orang lain. Untuk menjadi seorang yang sukses,
jauhkan diri dari rasa takut dan bermusuhan dengan orang lain. Rasa waspada
memang tetap diperlukan apabila kita mendapatkan informasi dimana kita harus
meningkatkan kewaspadaan itu.
4. Tipe
Kepribadian Terhadap Pengambilan Keputusan
Dalam menjalani kehidupan
kesehari-harian kita, kita memerlukan keputusan. Walaupun kita tahu setiap
keputusan itu akan berisiko (bila salah mengambil keputusan). Tipe kepribadian
berdasarkan pengambil keputusan adalah sebagai berikut :
a. pengambil
risiko adalah orang yang berkeinginan menghasilkan sesuatu sebanyak mungkin
dalam waktu singkat, merasa malas mengerjakan sesuatu yang rutin dan
berspekulasi tinggi.
b. bermain
aman adalah orang yang penakut, menjauhi spekulasi, tidak berani mengambil
risiko sehingga banyak kesempatan lewat begitu saja.
Orang
yang senang dalam mengambil risiko biasanya ia tidak suka hal – hal yang
bersifat rutin dan senang berspekulasi tinggi, sedangkan orang yang aman tidak
berani mengambil risiko dan lebih suka hal – hal yang bersifat rutin sehingga
banyak kesempatan –kesempatan yang terlewat. Jadilah orang yang berani
mengambil risiko dengan tetap berhati – hati. Jika kita ingin meraih
kesuksesan, janganlah menjadi orang penakut atau pemberani tanpa
menghitung-hitungkan risiko.
5.
Tipe Kepribadian Terhadap
Pertanggungjawaban
Setiap perbuatan
atau tindakan yang kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya. Inilah tipe
kepribadian terhadap pertanggungjawaban antara lain ;
a.
bertanggung jawab adalah orang yang
berani mengambil tanggung jawab, risiko dan tidak mencari kambing hitam
(bertanggung jawab atas perbuatan anak buah dan bertanggung jawab atas sesuatu
yang bukan diperbuatnya).
b. pengecut
adalah orang yang tidak mau menerima risiko atas segala perbuatannya,
melemparkan tanggung jawab dan mencari kambing hitam (ia membiarkan segala
sesuatu berjalan berdasarkan dengan nasib dan bersikap masa bodoh).
Orang
pengecut tidak selalu tenang karena takut jika suatu saat orang lain
mengetahuinya. Pengecut akan membuat hati menjadi resah sedangkan tanggung
jawab akan membuat hati tenang sehingga kita dapat bekerja dengan hati yang
tidak terbebani.
6.
Tipe Kepribadian Terhadap Karir
Seseorang yang
dapat memimpin dirinya maka ia mampu memimpin orang lain. Orang yang kurang sukses
mengatur dirinya, biasanya ia kurang optimal menjadi pemimpin. Tipe kepribadian
berdasarkan karir dapat dibedakan menjadi :
a. manajer
atau pemimpin adalah profesi yang dimiliki oleh seorang manajer yang
berkewajiban mengarahkan pencapaian dalam suatu tujuan dan mempunyai potensi
yang tinggi bahkan bkerja dengan kerja keras.
b. staf
adalah profesi yang dimiliki oleh seorang pegawai untuk mengerjakan sesuatu
dengan baik dan tidak berhubungan dengan kepemimpinan, mempunyai sifat setia,
dan pekerja yang tekun.
Orang
yang sukses ketika ia menjadi pemimpin maka ia adalah orang yang bekerja keras
yang mempunyai cita – cita tinggi dan dapat memberikan petunjuk atau
mengarahkan atau bahkan dapat mengajak orang lain untuk bekerja sama dengannya.
Justru untuk orang – orang yang tidak suka tantangan yang beresiko maka ia akan
lebih suka menyendiri.
7.
Tipe Kepribadian Terhadap Pandangan Masa
Depan
Setiap
orang menginginkan kesuksesan dalam kehidupannya. Orang yang sukses juga
tergantung dengan bagaimana ia memandang masa depannya.
a.
optimis adalah orang yang mau menantang
masa depan, pandai bergaul, mampu
mengontrol
diri, dan rasional.
b.
pesimis adalah orang yang memandang masa
depan dengan suram, tidak mempunyai
harapan baik,
apatis, merasa berdosa, putus asa, mudah marah, dan tidak berbahagia.
Masa
depan adalah masa dimana kita mecanangkan impian. Untuk tipe orang yang optimis
maka ia akan menjemput impiannya sedangkan tipe orang yang pesimis adalah tipe
orang datar, tida ada keinginan untuk berubah dalam proses, ingin suatu
keberhasilan yang instant. Jadilah kita seagai orang yang optimis, kita harus
menantang masa depan, mudah bergaul dengan siapa saja, bersifat rasional.
8. Tipe
Kepribadian dalam Kehidupan Pribadi
Selain kesuksesan yang kita dapat dalam
dunia pekerjaan atau urusan lain, kita juga membutuhkan kehidupan yang
romantis, adanya kasih sayang, dan adanya saling membutuhkan. Bagaimana tipe
kepribadian berdasarkan kehidupan pribadi?
a. romantis
adalah orang yang lebih mementingkan hubungan cinta. Seseorang yang mempunyai
sifat romantis dapat jatuh cinta berkali – kali, tetapi tetap mendambakan satu
orang saja. Tipe ini biasanya lebih menyukai seni, berpenampilan rapi, banyak
kawan, tidak konservatif, hangat dan kurang rasional tetapi lebih emosional.
b. prosmikuaitas
adalah orang yang mementingkan berhubungan tubuh atau seks saja. Seseorang yang
mempunyai tipe ini dapat jatuh cinta kepada banyak orang, tetapi hanya tertarik
pada daya seksualnya saja.
Bila anda termasuk tipe yang romantis,
maka anda hanya mencintai seseorang dengan cinta yang tulus karena
kepribadiannya tapi apabila orang yang mempunyai tipe kepribadian prosmikuaitas
mencintai seseorang karena daya tarik fisik dan seksualnya saja, biasanya tipe
ini cenderung lebih rasional dan dapat mengendalikan emosi.
B.
Menetapkan
Tujuan
Tanpa tujuan kita tidak pernah sampai
pada apa yang kita harapkan. Kita harus menentukan tujuan hidup sejak dini
sehingga segala usaha yang kita lakukan bisa diarahkan untuk mencapai tujuan
itu. Tujuan merupakan pedoman dan arah bagi manusia untuk bekerja.
Berdasarkan
sifat tujuan :
1. tujuan
umum (tujuan yang tidak terperinci), misalnya meningkatkan kebahagiaan hidup di
dunia dan di akhirat.
2. tujuan
khusus (tujuan yang terperinci), misalnya meningkatkan kebahagiaan dengan cara
meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan kerja sama dan keharmonisan
serta meningkatkan rasa sayang)
3. tujuan
material (tujuan untuk memenuhi materi), misalnya membangun rumah dua lantai
dengan 4 kamar pada tahun 2008
4. tujuan
nonmaterial (tujuan untuk memenuhi kebutuhan nonmateri), misalnya mencapai
peningkatan mutu kehidupan yang lebih baik
5. tujuan
besar (tujuan yang mempengaruhi kehidupan), misalnya mencapai gelar S2 dalam
bidang kedokteran
6. tujuan
kecil (tujuan dalam jangka pendek), misalnya berlibur bersama keluarga pada
bulan November ke Pulau Bali
Kita
juga harus memperhatikan unsur :
1. Specific
(Khusus)
Maksud dari specific
ini adalah tujuan tidak bermakna ganda terhadap apa yang ingin kita capai.
2. Measureable
(Terukur)
Jika tujuan kita tidak
dapat terukur, kita tidak akan sulit mencapainya. Pengukuran adalah cara untuk
memantau kemajuan.
3. Achievable
(dapat dicapai)
Tujuan ini ditingkatkan
secara bertahap sehingga memberikan tantangan. Tujuan yang sangat tinggi
menyebabkan sulit dijangkau dan menimbulkan frustasi.
4. Realistic
(Realistis)
Tujuan dari realistis
adalah dapat layak dan dapat dicapai dengan kondisi yang ada.
5. Time
Bound (Batas Waktu)
Tujuan ini sebaiknya
harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.
C.
Potensi
Diri
Selain kita mengenal diri dan
menetapkan tujuan kita juga harus mengenali potensi diri.
Ø Karir
dan Passion (Hasrat)
Menurut
Rene Suhardono dalam bukunya Your Job is not Your Career: Your job should never
define you. (Pekerjaanmu tidak pernah menggambarkan siapa dirimu, Pekerjaanmu
belum tentu sama karirmu).
-
Karir
Rene
Suhardono menjelaskan perbedaan antara pekerjaan dan karir :
v Pekerjaan
adalah:
ü Alat
atau instrument bagi perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi,
ü Sarana
bagi individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya,
ü Jalan
untuk berkembang secara pribadi dan professional,
ü Kendaraan
untuk memperoleh pencapaian pribadi (personal achievement) dan berkontibusi
bagi lingkungan (to give back to the community)
v Karir
adalah:
ü Bagaimana
mengenal keunikan diri dan mengetahui hal – hal yang amat sangat diminati (your
passions),
ü Bagaimana
menjalankan hidup bermakna (your purpose of life),
ü Bagaimana
kita ingin diingat saat tiada nanti (your values),
ü Bagaimana
untuk senantiasa punya pandangan positif sepanjang hidup (your motivation),
ü Semangat
untuk terus melakukan perbedaan dalam hidup “Sekarang” (your action),
ü Bagaimana
mencapai kebahagiaan dan kepuasan atau ketercapaian dalam hidup.
Karir
juga bisa dikatakan sebagai totalitas kehidupan professional, yang diawali dari
terbangunnya tidur di pagi hari sampai kembali terlelap dalam tidur. Tujuan
dari karir itu sendiri adalah kebahagiaan dan ketercapaian. Kita harus bisa
menjadi boss untuk menjadi pemimpin untuk kita sendiri, yang mengarahkan dan
menuntun untuk mencapai keberhasilan.
-
Passion (Hasrat)
Passion adalah tentang segala hal yang
kita sukai sedemikian rupa sehingga tidak terpikir untuk tidak melakukannya.
Menurut Suhardono (2012), passion adalah segala macam wujud keunikan,
keistimewaan yang kita miliki dan rasakan.
Sedangkan menurut Rene Suhardono
mengatakan bahwa passion tidak ada kaitannya dengan kebiasaan atau pun keahlian
yang ada pada diri kita, tapi justru malah berhubungan dengan segala hal yang
menguggah minat pribadi. Passion adalah kekuatan kita dan sesuatu yang sangat
ingin kita lakukan dengan sepenuh hati kita.
Ada
beberapa langkah-langkah passion yang di kemukakan oleh Suhardono :
1. Adanya
rasa keyakinan dalam keunikan diri adalah keistimewaan yang dimiliki diri kita
sendiri.
2. Passion
itu datang dari hati yang tulus, agar lebih mudah dalam mengenalinya mencoba
diri kita untuk lebih terbuka untuk tahu, merasakan, dan jujur mengenai segala
hal, lepas dan gembira.
3. Memperluas
wawasan, cara ini dapat dilakukan dengan berdiskusi, baca buku, pelajari bahasa
asing baru, mencoba makanan baru, pergi ke tempat baru dan memiliki kebiasaan
baru.
4. Bila
kita ingin tahu mengenai passion sendiri, lakukan dengan tuntas jangan setengah
– setengah. Misalnya Steve Jobs tidak pernah berhenti dalam memikirkan
bagaimana membuat inovasi – inovasi dalam pengembangan komputer Apple sampai
memunculkan komputer tablet iPad yang bahkan menjadi sangat terpopuler sekarang
ini.
5. Antusias
dan positif. Setiap diri di masing – masing orang membutuhkan waktu yang
berbeda – beda dalam menemukan passionnya dan menanggapi dengan positif.
6. Nikmati
prosesnya. Setiap orang yang hidup pasti akan merasakan proses belajar dan
proses yang tidak memiliki garis finish artinya orang itu tidak akan pernah
menyerah atau berhenti dalam menghadapi prosesnya belajar kehidupan.
Dalam bahasa ke sehari – harian kita
istilah kepribadian juga bisa dinyatakan dengan ciri – ciri atau watak seorang
individu yang konsisten dan yang memberikan identitas bagi dirinya sebagai
individu. Sejak lahir kita mempunyai ciri watak yang berbeda dalam tingkah
lakunya disetiap individu yang memiliki identitas berbeda dengan individu lain.
Dengan mengenal jenis – jenis kepribadian
kita, kita dapat mengetahui tipe kepribadian kita sendiri yang bermanfaat dalam
mengenali kekuatan dan kelemahan kita agar kita dapat mendominasi segi positif
dan menjauhkan segi negatif dari sifat – sifat kepribadian kita.
Menurut Hans Jurgen Eysenck dalam
Iensuffie (2012) mengatakan dalam teori inherited yang dikembangkan teori –
teori Hippocrates dan Galen yang menggambarkan dimensi kepribadian adalah
sebagai berikut :
Terlihat
dalam bagan di atas sumbu vertikal menunjukkan kondisi kestabilan emosi (ke
atas semakin tidak stabil dan ke bawah semakin stabil). Sedangkan sumbu
horizontal semakin ke kiri menunjukkan kepribadian yang semakin introvert dan
semakin ke kanan menunjukkan kepribadian yang semankin ekstrovert.
|
sulit ditebak, khawatir, rapuh, muram, emosional, gelisah, agresif, heboh
pesimis, memendam, penyendiri, berubah – ubah, gegabah, optimis,
pendiam aktif
pasif,
hati – hati, tabah,
sosial, ramah, cerewet,
pendamai,
terkontrol, responsif, santai, bersemangat,
bisa
dipercaya, emosi stabil, berbesar hati, berjiwa pemimpin
tenang
|
|
melankolis korelis
plegmatis sanguins
|
Emosi stabil (normal)
ü intro
= introvert ; ekstro = ekstrovert.
Dari kombinasi kedua
sumbu tersebut Eysenck menyimpulkan :
·
Melankolis : emosi tidak stabil dan
introvert
· Korelis :
emosi tidak stabil dan ekstrovert
·
Plegmatis : emosi stabil dan introvert
·
Sanguins : emosi stabil dan ekstrovert
Ciri orang yang berkarakteristik
berkepribadian ekstrovert memiliki ciri sosial, impulsif, menyukai kesenangan,
berorientasi pada dunia di luar dirinya sendiri. Dan apabila seseorang
mempunyai kepribadian intovert, maka ia memiliki ciri khas seperti tenang,
introspektif, berorientasi ke dalam diri dan meyukai kehidupan yang teratur.
D. Tipe – tipe Kecerdasan (Multiple Inteligence)
Selain kita mngetahui bagaimana potensi
yang dimiliki oleh diri kita, sebaiknya kita mengetahui tipe – tipe kecerdasan
untuk mempermudah dalam mengembangkan potensi kita. Menurut Howard Gardner pada tahun 1983 dalam Teori Multiple
Inteligence, ia mengelompokkannya menjadi 8 jenis kecerdasan dan setiap
orangnya memiliki keunggulan di salah satu jenis kecerdasan tersebut. 8 jenis
kecerdasan itu adalah :
1. Kecerdasan
Spatial (Ruang)
Orang yang memiliki
kecerdasan “ruang” lebih dominan, maka ia memiliki kemampuan visualisasi yang
dominan pula. Ciri orang yang mempunyai kecerdasan seperti ini adalah orang
yang lebih mudah belajar melalui gambar – gambar. Misalnya seniman, perancang,
arsitek yang memiliki kecerdasan spatial yang lebih dominan.
2. Kecerdasan
Linguistic (Bahasa)
Seseorang yang memiliki kecerdasan
“linguistic” , terlihat dari kemampuan berbahasanya lebih dominan. Sifat orang
yang mempunyai kecerdasan seperti ini, biasanya ia akan lebih mudah belajar
melalui kata- kata, bahasa, tulisan, maupun lisan. Biasanya seorang penulis,
pengarang dan lain-lain memiliki kecerdasan jenis linguistic.
3. Kecerdasan
Logical-mathematical (Logika Matematik)
Ciri orang yang mempunyai kecerdasan
“logika matematik” cenderung lebih suka belajar melalui logika, sebab akibat,
angka-angka, abstraksi, dan berfikir kritis. Pekerjaan yang tepat untuk
seseorang dengan memiliki kecerdasan ini adalah pemrogram komputer.
4. Kecerdasan
Bodily-kinesthetic (Jasmani)
Karakteristik orang yang memiliki
kecerdasan ini adalah seseorang yang pandai dalam bidang mengolah tubuh,
misalnya seperti penari, olahragawan, dan pemain teater.
5. Kecerdasan
Musical (Musik)
Seseorang yang memiliki kecerdasan ini,
biasanya pandai dibidang yang berkaitan dengan suara, irama, nada dan hal – hal
yang memanfaatkan indera pendengaran misalnya seperti memainkan musik,
penyanyi, pencipta lagu dan lain – lain.
6. Kecerdasan
Interpersonal (Antar Pribadi)
Ciri khas yang dimiliki oleh kecerdasan
“antarpribadi” ini adalah mudah bergaul dan mudah beriteraksi dengan orang
lain. Tipe kecerdasan seperti ini lebih suka belajar melalui berdiskusi dalam
sebuah kelompok.
7. Kecerdasan
Intrapersonal
Biasanya orang yang memiliki kecerdasan
ini memiliki pemahaman terhadap diri sendiri yang tinggi, mengenali keunkan
pribadi diri sendiri, dan mampu memprediksi emosi dirinya sendiri. Pekerjaan
yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan ini adalah pengarang, psikolog,
consular, ahli filsafat.
8. Kecerdasan
Naturalistic
Pemahaman tentang lingkungan
disekitarnya dengan kualitas tinggi ini, adalah keunggulan untuk orang yang
memiliki keceerdasan ini. Orang yang mempunyai ciri khas seperti ini karirnya
tepat ditempatkan sebagai seorang petani, berkebun, ahli pertambangan dan lain-
lain.
Dengan kita mengenali
berbagai macam kecerdasan, dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap
keceerdasan seseorang tidak dapat diukur berdasarkan dengan ketegori yang sama.

thank you so much
BalasHapusyou're welcome.. :-)
BalasHapusterimakasih sudah berbagi informasi, cuman kok agak berantakan ya... jangan lupa kalau ada waktu sempatkan untuk berkunjung ke blog saya.. terimakaish.
BalasHapushttp://motivasisuksesbisnis.blogspot.com
ia sama - sama.. makasi juga kritikannya & maaf baru bls.. ia saya juga ga ngerti padahal saat saya post itu lumayan rapih tapi kenapa jadinya begini ya.. tapi jangan khawatir pada saat kamu copy paste ke word, akan tampil rapih kok.. siapp saya akan berkunjung ke blog anda..
BalasHapusThanks sob untuk informasinya :)
BalasHapushttp://goo.gl/wz7Qha
siip ka Dewii Sumiyati ... sama-sama ya ka...
BalasHapusSangat membantu semoga kak yosi selali dalam lindungan ALLAH
BalasHapusKalau ada waktu silahkajn berkunjung ke blog sy http://nurhalisan.blogspot.co.id
(Sorry iklan😊)
heey nurhalisan, terima kasih sudah berkunjung di blog saya.. amiin makasih doanya..,semoga doanya berbalik di kamu juga yaa.. oke deh nanti saya main ke blog kamu yaa.. salam kenal.. nurhalisan.blogspot.co.id
BalasHapus